Pengaruh Asap Kendaraan Bermotor terhadap Efek Rumah Kaca

Pengaruh Asap Kendaraan Bermotor terhadap Efek Rumah Kaca
Sumber : www.kompasiana.com

Salah satu masalah terbesar dunia adalah global warming, yang mengakibatkan banyak perubahan di bumi serta membuktikan bahwa terlalu banyak gas emisi atau gas buang yang terdapat di udara sehingga udara panas yang terdapat di dalamnya kesulitan untuk memantul ke angkasa luar. Adanya efek rumah kaca yang terlalu berlebihan pada atmosfer dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Secara global, Indonesia berada di urutan keenam dalam menghasilkan gas emisi atau gas buang sekitar 4,47% (Aisyi, 2020).

Menurut Ismail (2020), emisi Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan polutan yang menjadi salah satu faktor kerusakan lingkungan karena peningkatan suhu bumi atau pemanasan global. Apabila gas tersebut semakin meningkat di atmosfer dan berlangsung secara terus menerus, maka akan berakibat pada pemanasan bumi atau biasa disebut global warming.

Menurut IPCC dalam Aswad & C., (2018), menyatakan bahwa terdapat beberapa macam kategori dari gas rumah kaca, dan di antara dari gas tersebut jumlah kandungannya mencapai 70%. Selain dari hal tersebut, juga terdapat dari berbagai sektor lain yang lebih mendominasi yaitu pada energi, transportasi dan industri.

Gas yang berperan secara signifkan adalah karbon dioksida (CO2) yang memicu terjadinya global warming dengan penyumbang sekitar 9 – 26% jumlah keseluruhan yang bersirkulasi kurang lebih sekitar 75 tahun karena gas tersebut merupakan salah satu gas yang mempunyai ketahanan paling lama berada dalam atmosfer. gas emisi dari kendaraan bermotor sudah tidak dapat diragukan lagi sebagai sumber utama penghasil polusi udara bagi karbonmonoksida. Bisa kita lihat dan survei bahwasanya sekitar 50% pencemaran udara di perkotaan disebabkan karena pabrik serta sektor transportasi yang masih menggunakan bahan bakar yang kurang ramah terhadap lingkungan. Dari hasil rekapitulasi, polusi udara menjadi emisi gas buang yang seiring berjalannya waktu populasinya meningkat secara signifikan (Rahmawati et al., 2016).

Emisi kendaraan bermotor adalah penyumbang sumber pencemaran lingkungan yang paling utama. Pasalnya, pencemaran udara memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya dengan gas buang yang dihasilkan dari BBM kendaraan tersebut. Gas buang yang dihasilkan sebenarnya bukan dari baru dan lamanya kendaraan, tetapi sangat bergantung pada kualitas dan perawatan mesin kendaraan tersebut. Cara merawat kendaraan dengan baik agar tidak menimbulkan emisi gas buang adalah dengan cara yang pertama, memilih bahan bakar yang baik yang beroktan di atas 90 untuk memberikan kesempurnaan pembakaran dalam mesin motor sehingga tidak mengakibatkan kerusakan pada komponen mesinnya. Kedua, memperhatikan kondisi aki kendaraan, terutama pada teknologi injeksi, karena aki merupakan sumber listrik yang digunakan untuk sistem penghidupan pembakaran. Ketiga, mengganti oli secara teratur minimal dalam jangka waktu 2 bulan sekali. Keempat, melakukan service secara berkala, setidaknya sama dengan jangka waktu pergantian oli. Dan yang terakhir yang paling mudah adalah selalu mengecek bahan bakar yang ada dalam tangki. Jangan sampai bahan bakar dalam tangki habis pada saat dikendarai, karena hal tersebut dapat merusak sistem injektor pada kendaraan, terutama pada motor jenis injeksi (Kurnia, 2021).

Sumber referensi :
Aisyi, D. (2020). Identifikasi Pengaruh Emisi               Gas Buang Rumah Tangga Dan Volume
           Kendaraan Terhadap Kualitas Udara
           Identification Effect Of Household Gas
           Emissions And Vehicle Volume On Air
           Quality In The Environment Jurnal
           Teknik Lingkungan, 131–136.
Aswad, G., & C, O. H. (N.D.). Potensi Gas
           Rumah Kaca ( Grk ) Dari Aktivitas
           Angkutan Umum Di Terminal Tamanan
           Kota Kediri. Jurnal Lingkungan, 10(1),
           46–52.
Ismail, A. (2020). Potensi Penurunan Emisi
           Gas Rumah Kaca (Grk) Dalam Kegiatan
           Belajar Di Rumah Secara On-Line:
           Analisis Jejak Karbon (Carbon
           Footprint Analysis). Jukung (Jurnal
           Teknik Lingkungan), 6(2), 195–203.
           https://Doi.Org/10.20527/Jukung.V6i2.
           9262
Kurnia, A. (2021). Efek Rumah Kaca Oleh
           Kendaraan Bermotor. GRAVITASI:
           Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains,
           4(02), 1-9.
Rahmawati, L. A., Haryono, E., Fandeli, C.,
           Bawah, K. E., Mlati, K., & Sleman, K
           (2016). Tudi Optimalisasi Sequestrasi
           Karbon Dioksida (Co2) Berbasis Rumah
           Tangga. Studi Optimalisasi Sequestrasi
           Karbon Dioksida (Co2) Berbasis Rumah
           Tangga, 26(1), 59–79.
           https://Doi.Org/10.22146/Mgi.13405

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahaya Pestisida dan Pentingnya Penggunaan Alat Pelindung Diri yang Benar

Peran Mahasiswa terhadap Penerapan Prinsip Zero Waste di Lingkungan Kampus